Dua Tugas Mendesak Gerakan Buruh

Bangun Konfederasi Buruh Progresif Yang Kuat dan Lapangkan Jalan Menuju Partai Kelas
Sebab tanpa Organisasi Massa yang kuat, mustahil ada Partai Kelas yang kuat)

Disaat situasi politik meningkat, akan selalu ada kelompok yang mencoba mengambil ruang (Opurutunity) untuk melakukan upaya delegitimasi terhadap kekuasaan secara simultan, termasuk dari kelompok progressif sekalipun. Tinggal bagaimana masing-masing kelompok mengejahwantahkan taktik dan strateginya sehingga mampu menyokong keberhasilan tujuan dan kepentingannya tersebut. Tengok saja situasi saat ini, Partai yang mengklaim oposon Rezim SBY-pun melakukan hal yang sama dengan manuver hak angket, kekuatan konservatif-militeristik juga tidak ingin kalah dengan mobolisasi aksi tandingan di bebagai daerah. Lantas bagaimana posisi gerakan buruh Indonesia???

Wacana merger Serikat Buruh : Awas tipu daya serikat buruh kuning!

Ditengah gegap gempita kontroversi century gate dan bibit-chandra case, kalangan serikat buruh yang tergabung dalam 3 konfederasi yang diakui pemerintahan Neo-liberal SBY-Bodediono (KSBSI, KSPSI dan KSPI), melakukan pertemuan yang bertajuk “Trade Unions Meeting for Political Consensus”, di Sukabumi Jawab Barat. Pertemuan ini merupakan agenda yang disponsori oleh The American Center for International Labor Solidarity (ACILS), salah satu lembaga swadaya dari Negara Induk Kapitalisme Global (Selengkapnya, baca di : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/24/0054483/.wacana.merger.konfederasi.mencuat). Secara esensi, adalah benar jika persatuan gerakan buruh kebutuhan mendesak saat sekarang. Namun bukankah salah, jika persatuan ini justru dimunculkan oleh serikat buruh kuning yang notabene bagian dari sistem kekuasaan modal pula (a part of capital system). Ketiga konfederasi ini juga yang turut serta memberikan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan rezim yang merugikan kaum buruh Indonesia. Sungguh sangat ironi bukan?.

Untuk itu, perlu tejemahan sederhana bagi kaum buruh akan hal ini. Benarkah konstruksi wacana merger ini adalah jalan keluar dari fragmentasi gerakan buruh Indonesia? Ataukah justru hal ini menjadi ilusi baru yang akan kembali menipu kesadaran kaum buruh?. Mari kita lihat, bagaimana ilusi ini juga turut berkembang di Jerman pasca masa keemasan Hitler. Dan sepintas dalam pertemuan tersebut, ini juga yang digembor-gemborkan. Berikut petikan ucapan Erwin Schweisshelm dari FES Indonesia, lembaga kajian perburuhan dari Jerman, yang memaparkan bahwa, “gerakan buruh Jerman menjadi solid karena para aktivis serikat bersatu setelah sadar mereka gagal menghadang Hitler tahun 1933 akibat gerakan yang terpecah-pecah. Gerakan buruh yang solid terbukti mampu mengantar Jerman menjadi salah satu negara dengan sistem negara kesejahteraan terbaik di dunia. Kolaborasi yang kuat antara serikat buruh dan partai politik mampu menghasilkan regulasi mendasar untuk memberi Jaminan sosial, jaminan pekerjaan, dan jaminan kesejahteraan bagi pekerja”.

Dari petikan kalimat tersebut di atas, maka jelaslah bahwa apa yang analogikan, merupakan esensi persatuan dangkal yang melepaskan kaum buruh dari karakter kelasnya. Inilah yang kita sebut dengan gejala reformisme, dimana kepentingan dasar kaum buruh ditelikung oleh kepetingan elit-nya sendiri. Ini tentu merupakan laten bagi gerakan buruh, dimana reformisme politik akan membuatnya suatu saat hanyut dan menjadi satu tidak terpisahkan dengan musuhnya sendiri.

Kewajiban-kewajiban kita!

Dari situasi ini, tentu adalah tanggung jawab kita untuk membongkar ilusi-ilusi gerakan elit serikat buruh kuning ini. Kita harus menelanjangi mereka, jika mereka adalah boneka modal dan kekuasaan yang juga menjadi musuh bagi gerakan buruh. Mereka hanya dijadikan sebagai alat bagi kekuasaan untuk mengaburkan makna perjuangan kaum buruh yang sebenarnya. Kita tentu sadar, bahwa persatuan gerakan buruh adalah keniscayaan yang harus kita dorong tak henti-hentinya. Namun dengan catatan, bahwa garis demarkasi harus kita tarik secara tegas, dengan mereka yang tak lain satu padan dengan kekuasaan Neo-liberal hari ini.

Fragmentasi gerakan buruh, sudah saatnya kita kikis dengan meletakkan fakta reformisme ini sebagai musuh bersama (common enemy). Serikat-serikat buruh progresif sudah seharusnya mampu membangun konfederasi alternatif….membangun wadahnya sendiri yang betul-betul berjalan segaimana khittah gerakan buruh untuk melawan buasnya kapitalisme dan kebijakan-kebijakan Neo-liberal yang lahir dari Rezim. Tanpa itu, maka adalah kemenangan bagi gerakan reformisme elit serikat buruh kuning ini, yang berarti kekalahan bagi gerakan buruh progresif.

Upaya lain yang tidak kalah pentingnya adalah, bagaimana mendorong gerakan buruh untuk terus mencapai tahapan kualitas perjuangan secara politik, tanpa harus mundur kembali secara ekonomis. Kaum buruh sejogyanya melancarkan tuntutan-tuntutan sosialisme melalui alat politik kelas. Dan ini tentu tanggung jawab kita bersama bagaimana mensinergikan penggabungan antara gerakan terpimpin dan spontan massa rakyat dengan posisi politik kelas yang mempeloporinya. Sebab kedua aspek ini adalah 2 hal yang tidak terbantahkan sebagai bagian yang tidak terpisah. Sebagaima kata lenin dalam “A Retrogade Trend In Russian Social Democracy”, bahwa, “Fusi atau penyatuan kaum buruh yang maju dengan organisasi-organisasi Sosial Demokratik berlangsung secara wajar/alamiah dan tak terhindarkan. Adalah hasil dari sebuah fakta historis raksasa bahwa pada sekitar tahun 1890-an,ketika dua gerakan sosial yang penting dapat bersatu-padu di Rusia. Yang pertama, adalah pergerakan spontan,sebuah gerakan rakyat di dalam klas buruh. Yang kedua,adalah gerakan pemikiran sosial yang sejalan dengan teori Marx-Engels,yakni menuju teori Sosial Demokrasi”.

Posisi rezim Neo-liberal yang terdesak hari ini oleh tuntutan-tuntutan spontan massa, seharunya mejadi momentum awal bagaimana kekuatan politik ini mampu kita bangun bersama. Ekspektasi gerakan buruh akan lahirnya alat politik kelas ini, tidak terbantahkan lagi. Tinggal bagaimana upaya kita bersama untuk sedikit rendah hati untuk mengahargai proses ini.

Tolak Konsensus Konfederasi Buruh Gadungan
Bangun Konfederasi Serikat Buruh Proggresif di Indonesia!!!
Wujudkan Partai Kelas untuk Menjawab Kebuntuan Politik Gerakan Buruh!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s